Posted by: leutick on: 26 November 2009
piso kecil..buat ngupas ngupas (aq suka makan buah)
setangkai bunga dengan pot..buat bikin suasana kamar kost gak sepi..
gayung..buat mandilah..
Al-quran..biar kost ibadah tetep kan
sajadah…soalnya pasti gak ada
peralatan pribadi..
baju tidur
baju kerja
segal peralatan wanita
dan gak lupa terselip foto keluarga n seseorang didompet..hehehehe….
Posted by: leutick on: 26 November 2009
hari pertama pulang.
jumat tanggal 13 nov 09…
dari kantor diajakin temen sampe pintu tol, orangnya baik banget sampe minjemin payung, aq kenal waktu orientasi karyawan baru..namanya juga unik “Zam Zam”
nunggu bis ac lumaaaaa..akhirnya naik seadanya, pas magrib..untung lagi gak sholat, naik ekonomi..pnuhhh bangetttt…dengan meneteng barang bediri sampe kebon jerukk. dari kebon jeruk sempet duduk…lamaaaa banget..maceeeeeeeeeeeettttttt
nyampe blok m jam 9 malem…serem juga sih..mana ujan ujan… tapi ah daripada dikerjain orang…sok berani aja..pura pura cool..haahaha
dapet bis..bdiri lagi..pyuhhhhh…tapi aga bersih daripada bis pertama..
disini aq sebel banget sama seseorang, meni gak inget aq sama sekali…huuuuuu,,,sebelllllllllllllll……….
(besoknya q tanya knapa; jawabnya ngetes aq biar mandiri dan berani..pyuhhh)
nyampe rumah teng jam 12. sudah disiapkan mie rebus sama bp-qu…alahmdulillah…
cerita panjang lebar sampe jam 2..
baru deh tidurrrrrr…alhamdulillah…rumahhhh..i love u…
Posted by: leutick on: 26 November 2009
sudah 3 minggu aq kerja dipusat..tangerang..lippo karawaci… minggu pertama adaptasi tempat kerja dan terutama tempat tinggal…3 hari pertama aq nagis terus kangen rumah, mamah dan segala yang berbau rumah (secara aq gak pernah tingal jauh dari rumah, palingan nginep dari acara kuliah ato sekolah dulu, tapi kan beda dengan ini), temen temenku bilang supaya aq belajar mandiri..iya juga sih, sekarang ada sedikit yang berubah dalam diriku… selama seminggu bertirut turut dari senin sampe jumat aq nangis dan melampiaskan pada seseorangku, selain bapa dan mamahku…kasian juga tuh orang..hehehe…(terimakasih buat kuyuy-ku yang udah ngasih nasihat panjang lebar hingga sekarang aq masih di hum sodara)..hum sodara, bukan kost…
jadi pertama dateng, aq sama bapaku langsung menuju kostan seharga 300.000 dikawasan perumahan deket lippo situ…sudah ditake 100.000..jadi tinggal dateng aja…
minggu aq berangkat, dan ketika aq berangkat kesana, ya Allah…air mataku langsung mengalir ketika aq masuk kamar, gak berenti berenti..sampe mamahku nelpon aja gak aq terima..takut bikin mamah tambah sedih. knapa aq menangis? kamar yang kutempati serasa panas, entah knapa, ada tempat tidur dan lemari..tapi rasanya aneh..hampa..dan terdapat keanehan menurutku… disebelah kamar kanan kiri, ternyata cowo, depanku kosong, depan sebelah kanan cewe..tapi sama cowo, depan sebelah kiri cowo…sambil menangis aq amati suasana disana..toilet dua yang ahhh…jauh dari toilet rumah yang walau gak mewah tapi aq suka…ya seperti toilet umum..bedanya gak bau aja (mungkin saling merawat kali yah)
tanpa sepengetahuan aq, bapaku ternyata sibuk nelpon sudara sudara yang ada dusekitar tangerang, ada yang di islamic, dan dengan perlahan, bapakku bilang
“teh, kita kerumah ua yuk, sekalian nenangin pikiran teteh dulu, ua maunya teteh tinggal disana”
“dimana pa?” jawabku sambil menghapus air mata, gak kerasa tissu berserakan ditempat tidur…duh cengeng bets yah..hehehe
“diperum 4, deket ko, nanti kalo km betah disana, km tinggal disana aja, jadi bp bisa tenang ngelepas km” bapaku terus menenangkanku memberi banyak nasiha.
“tas gede disimpan disini dulu, gak usah dibawa”
aq nurut mengikutinya kerumah ua diperumnah 4 itu..rasanya jauh banget..magrib masih diperjalanan.
sampai dirumah ua…ya ampunnn..beda banget dari perkiraan…rumah ua-qu cukup mewah, dengan satu tingkat, 2 mobil, dan sepotong garasi dimanfaatkan untuk warnet…
ketika datang langsung disambut ua…dipeluk dan ditepuk tepuk..nangis lagi deh..(asal tau aja, terakhir aq ketemu pas ikut lomba porseni dibandung, waktu itu aq masih kelas 5 sd, dan rumah ua masih dibandung).
setelah ngorol ksana kmari, makan, dikenalin ulang keluarga barunya ua (soalnya yang dulu belum nikah, sekarang udah nikah)… dengan disuruh bapaku, akhirnya semnetara aq disuruh tinggal dengan mereka.
kembali kekosan, mengambil barang, merelakan 100.000 dengan bilang “mba anak sy tidak jadi kost”
pemandangan ditengah magrib yang kutemui.
cowo telanjang setengah badan yang baru mandi, pake anduk yang bikin ilfil bapaku “ih serem banget teh kalo km kost disisi”
kosan yang isinya cewe dan cowo, masih menyalakan lagu lagu, padah adzan sedang berkumandang. “alhamdulillah aq gak jadi kost disana”
aq kembali kerumah ua, setelah itu bapaku meninggalkanku tinggal dirumah ua:
pertama masih adaptasi, masih canggung dan gak ngerti harus apa.
stelah denger nasihat mamah, bapa dan kuyuy serta teman teman..akhirnya bismillah aq tinggal disana..menjalani rutinitas baru ditengah keluarga baru. yang tadinya serba mengandalkan mba dirmah..sekarang harus mengerjakan sendiri dan membantu mengerjakan apapun sebisanya.
disana ada aa dengan istrinya dan dua anaknya yang ndut2 dan lucu2, ada ua cewe dan cowo, ada anaknya yang paling kecil seumuran denganku, sama sama baru lulus(kadang pacarnya dateng), aq nempatin kamar anaknya yang pertama yang tinggal diluar kota, katanya pulang stahun sekali…
hehehe..kaya cerita anak Sd yah..hehehe
bersambung dulu ah…bentar lagi jam 1..work again..
Posted by: leutick on: 19 November 2009
uhuiiii…sendirian mam dimeja kerja…mengenaskan..hikss
malam itu ketika kita kumpul kumpul, aq seneng sangat, tapi ketika kita berpisah, aq sangat sedih…
jikalah ada perjumpaan disitu juga ada perpisahan.. knapa harus takut akan perpisahan..toh tak ada yang abadi didunia ini…
Derita itu singkat ya…
Niatku adalah menikah muda, landasannya adalah ibadah. Tapi hal ini justru membuatku belajar lebih banyak tentang hikmah sebelum aku memiliki keluarga sendiri, alias menikah diusia muda.
Awalnya semua baik-baik saja, aku bahkan sempat meniatkan dan berpedoman untuk tidak pacaran, tapi apa daya, rasa sayangku pada seseorang (aq tidak mau menyakiti yang akhirnya aq menyakitinya) maka aku berhubungan dengan seorang teman seorganisasi dan satu sekolah, hanya kita belum pernah sekelas. haha…kisah cinta anak SMA.
Katanya,
“ ini yang pertama dan terakhir, aku serius denganmu dan setelah lulus kuliah nanti, aku akan menikahimu”
Jadilah aku terhanyut kata-katanya, gaya pacaran kami tidak sama dengan yang dibayangkan ( ketemu di perpustakaan, belajar bareng, pulang kadang di anterin kadang tidak, pergi nonton segerombol bareng-bareng. Maklum dia adalah murid teladan, ketua KIR dan aku ketua keputrian, bendahara OSIS sementara dia sekbid 5), tapi tetap saja pacaran. Dan memang belum saatnya aq menemukan jodohku, maka karena banyak hal, kita berpisah. Padahal hub kita sudah terbilang lama. 2 tahun lebih, hampir 3 tahun malah. Berakhir ketika aku kuliah semester 3 akhir.
Semua kata-kata manis, janji-janji, bagai debu tertiup angina memedihkan mata lalu hilang. Yang dulu kata-kata mesra, maka tak heran jika mendapat kata-kata sebaliknya.
Aq sempet ingin kembali, tapi dia menolakku mentah mentah…aq piker lebih kepada makian. Mungkin dia sudah sangat sakit hati padaku.
Maka niatku untuk menikah muda pupus, aq sedih banget waktu itu, dia pacar pertamaku.
sampai ketika itu aku mengenal seseorang yang di luar bayanganku, kata-kata manis, impian-impian indah , alah pokona mah lelaki impian deh (itu yang di gambarkannya ketika kita berkenalan), walaupun sayang dia mengidap penyakit yang katanya kangker otak… ha ha ha… pada akhirnya aq tau ternyata dia seorang manusia pendusta, mengatakan orang tuanya tiada padahal mereka sehat walafiat…
(bisa dikatakan ini karma untukku karena menyakiti orang yang tulus menyayangiku)
Maka terbangkitlah rasa kasihan, dia mengajakku menikah setelah aku lulus D3 nanti,
Doaku selalu terkirim untuk dirinya, untuk hub kami.
Orang tuaku juga hampir merestui, sampai suatu pagi, aq melihat nama sekretaris dan no telpnnya dihp yang ia pinjamkan padaku(kita tukeran hp), dengan penuh penasaran dan keberanian, aku menelpon sang sekretaris, bermaksud untuk mengetahui seperti apa calon suamiku dikantor sana. Niatku tulus (aq pernah membaca cerita agama yang mengatakan bahwa kita harus mengenal calon suami atau istri dari seseorang yang dekat dengannya)
Dan apalah bangkai, walau di sembunyikan pasti akan tercium baunya…
Sang sekretaris itu memang sekretarisnya bahkan sangat sekerataris, hingga berubah jadi calon istri.
Terkaget-kagetlah aku dan sang sekretaris, merasa di bohongi oleh orang yang sama ( dalam hal ini aku yakin, bahwa Allah itu bener-benar melindungi hamba-Nya yang teraniaya) aku dan sang sekretaris bersepakat untuk menjebaknya, sebelum kita meninggalkannya.
Dengan rasa penasaran, aku telpon adiknya. Dan apalagi kejutan ini.
Yang ku dapat adalah telpon balik dari kaka dan istrinya.
“Ya Allah, cobaan apakah ini?”
Kuceritakan semua pada orang tuaku, dan sudah bisa di tebak hasilnya.
Tapi dalam kejadian ini, ada satu hal yang tak ku mengerti dan kusadari, mamahku bilang aku kena hipnotis, pelet atau apalah namanya (secara dia pernah belajar ilmu tertentu di Banten sana, ya.. di kampung halamanku, ini tidak membuktikan bahwa semua orang Banten itu menakutkan dan identik dengan ilmu hitam, karena aq malah kena ilmu itu sendiri, secara logika seharusnya tidak mempan),
Sekalian meluruskan, aq paling gak suka kalo kenalan dengan orang trus nanya asalnya darimana, dan ketika aq bilang dari Banten , mereka akan mengatakan “banten…..???,…serem ih, banyak ilmu hitamnya” ketahuilah kawan…dimana banyak kemusrikan disitu banyak juga keimanan…
Jangan menilai sesuatu dari sampul semata.
Aku tahu ilmu itu ada dan memang nyata, kerena aku sudah menemukan Faktanya, setiap sesuatu pasti ada kelemahannya ka? Hanya keimanan yang mengalahkannya, percaya Allah akan melindungi kita.
Dan pada saat itu aq memang sedang down-down-nya.
Tapi entahlah, sebelum no hapeku di hapus, SIM-card dipatahkan, aku masih saja kepikiran tentang dia.
Subhanallah dan Alhamdulillah, Allah telah menyelamatkanku dan memberiku hikmah akan kejamnya laki-laki terkejam dan terjahat yang ku temuai.
Allah semoga engkau bukakan pintu hatinya, semoga dia sadar akan segala yang telah ia perbuat. Amiiinnn…
Setelah kejadian itu, niatku mengenal laki-laki mulai berkurang, aku jadi paranoid ketika melihat laki-laki, apalagi yang mesra berpacaran. Aku bebar-benar benci pada laki-laki, walau pada saat itu ada beberapa yang mendekatiku, tapi aku malah takut…apalagi yang berkulit gelap dan agak botak(mohon maaf bagi yang tersindir)
Sungguh, orang kedua itu membawa trauma dalam diriku bahkan hingga kedua orang tuakau.
Aku bener-benr sedih dengan ini, aku selalu menangis dalam doaku,
Adakah salah dengan niatku, atau dengan diriku.
Sampai aku melihat dia, teman sekampus, kami satu organisasi, just say hello.. he he he… dulu aku menghormatinya karena dia lebih tua dariku, aku menganggap dia seperti kakaku sendiri, karena selain dia begitu baik, dia ramah pada setiap orang.
Sempet pernah terpikirkan bahwa “ aku pengen menikah dengannya” ha ha…ha ha ha…pikiran itu muncul ketika aku di ruang lab- di kampus, sempet merasa grogi juga.
Tapi aku sadar, dia dan aku sudah punya seseorang.
Maka perasaan itu aku biarkan pergi,
Sampai hari ketika aku bermasalah, dia datang dengan malaikat kecilnya, menghiburku kala itu.
Dan tahulah aku, bahwa dia pun telah berpisah dengan calon istrinya.
Entahlah…
Menyatukan dua yang berbeda itu susah sangat, penonakan dimana, banyak dari sahabatnya yang tidak setuju, bahkan teman masa kecilkupun sempat mendiamkannku…
Dan seperti kita lihat sekarng ini, aku bersamanya, tanpa sangka, dua makluk bebeda, menyatu, menimbulkan tanda Tanya teman-teman sekalian, para hadirin, hadirot, jamaah sekalian, dll…
Zahra dan kuyuy, kok bisa ?…
Sekali lagi,
Entahlah….
Hanya Allah yang tahu kenapa ?
Sekali lagi pemirsa, aku meniatakan untuk menikah, dia juga begitu, walau aq kadang masih trauma (dengan kata-kata manisnya) hi hi hi…, tapi aku berusaha untuk percaya padanya, bahwa dia tidak sama dengan orang-orang sebelumnya, apalagi orang-orang sekampus mengenalnya, aku tidak bisa bayangkan jika dia bertingkan aneh-aneh. (maksudku, memperlakukanku seperti laki-laki kedua itu).
Maka sekali lagi, kutitipkan doa dalam setiap sujudku.
“Ya Allah, jika dia benar jodohku, dekatkanlah kami, lancarkan dan mudahkanlah segala urusan kami, tapi jika dia bukan jodohku, jauhkanlah kami, berikanlah jodoh yang terbaik untuk kami masing-masing” aminnn…
Sahabat… kutitipkan cinta ini padamu,
Ku berikan asa ini bersamamu
Lalu tolonglah,
Jika tidak berkenan
Tolong jagalah
Kepercayaanku dan
Keluargaku…
Jikapun tidak,
Maka,,
Jauhilah aku..
Setengah harapanku bersamamu kini, berharap kita berjodoh…
Sekali lagi waktu akan menbuktkan, kesungguhanmu, kesungguhanku akan membuktikan kelak,
Berusahalah dan jangan pernah menyerah…
Paling penting jangan berputus asa.
Aku tak bisa membayangkan bagaimana rasanya, jika dia meninnggalkanku.. rasanya 2 kali sudah cukup, aku tidak mau terjadi yang ketiga kal
Sebait kisah baru
Pertemanan itu
Berbuah rasa yang ada
Kedekatan itu
Menuai benih kisah
Dan
Keterbukaanmu
Membuka hati
Untuk memulai kisah
Dengan dan tanpa paksaan
Kita akan serius
Itu yang kupegang
Mohon ketulusan
Dan niat karna-NYA
Semoga ini menjadi
Kisah bersama
Untuk mengajari peri kecil lainnya
Peri-peri kita
Di kemudian
Dan di waktu terbaik
Maka ajari aku
Mengenal cintamu
Menjaga
Memelihara
Melindungi
Niat tulus darimu
Ajari aku
Memulai yang baik
Terima aku
Dengan kekurangan
Dan kelebihan
Yang sama2 kita miliki
Semoga kisah lalu kita
Menjadi guru yang paling berharga
Cermin perjalanan kisah
Untuk sekarang dan
Nanti..
Perjalanan kisah
Tak mungkin sehalus sutra
Tak mungkin
Selalu berkasih mesra
Berbumbu
Itu lebih nikmat kan?
Maka itu
Ajari aku
Tuk belajar semua
Yang akan menjadi tujuan kita
Dan yang paling penting
Bantu aku tuk menjaga harta
Yang kelak menjadi milikmu
Amiin..
Untuk
Seseorang berinisial ‘R’…
Kebodohan berujung Kisah
Pertama dan terakhir…
Kata2 itu selalu mengiang di telinga
Menaruh harapan semu
Menyimpan berjuta mimpi
Melerai kegundahan
Menghapus ketidak tahuan
Bermanis manis
Bermimpi bersama
Kasih itu tulus
Cinta itu murni
Tak ada masalah
Jika saja aku mengalah
Bersabar untukmu
Aku tahu
Aku menyanyangimu
Tapi sekali
Dua kali
Aku salah
Kau memaafkanku dengan ketulusan
Dan ketika genggamanku longgar
Kau terlepas dariku
Terseok kearah tak pasti
Ku tak peduli
Dan ketika ku tersadar
Cinta dan sayangmu tlah menghilang
Kau tumbuh dan tak melihat adanya aku
Ku pukir
Kau mengerjaiki
Tapi
Km gak pantas untukku
Kata2 itu menyadarkanku
Bahwa kau
Sungguh
Telah melupakannku
Dengan segala kisah yang kita punya.
Perih dan sakit
Lebih sakit dirimu memang
Semoga mendapatkan yang terbaik
Semoga tali merah di kelinking
Yang sahabatmu bilang
Akan tersambung
Dengan seseorang yang memang
Diperuntukan untukmu
Atas nama kenangan bersamamu,
Maafkan aku…
Salahku terbalas
Orang yang mengatasnamakan Tuhan
Menghancurkanku
Maafku untukmu,
Dan
Kusadar, kehilangan itu
Terasa jika kita
Benar-benar kehilangan.
Seseorang berinisial ‘H’..
Derita senjata
Ha…ha….ha…
Sayang sekali tertawamu itu
Cinta palsu
Tlah berbuah senjata
Derita
Dan kau yang membuat derita
Sendiri
Menangis
Mengelana
Menggelandang
Hingga tak berdaging
Siapa salah
Pecundang cinta semu.
Kubaca berulang kali rentetan huruf tersebut, tak mengerti mengapa? Tapi itulah kisah hidupku dan hidupnya yang kini membuih dalam cinta semunya.
Menangis ia di depanku, memohon ia di tengah keluargaku, tapi tak ada yang peduli, hanya sebongkah daging polos yang turut menangis, tes…tes… menitikkan air mata yang sebenarnya tak pantas untuknya.
Melawan keras hati yang sesungguhnya bisikan penuh hikmah, meronta dalam pelukan ayah dan ibu, tak peduli.
Seakan derita itu berada di pundaknya, walau kenyaataan sesungguhnya tidak begitu.
Dia pergi meninggalkan kenangan yang serasa manis, derita seakan memuncak dan terpikir untuk meninggalkan segalanya, gila…
Memang itulah magic cinta palsu, semuanya seakan berandai-andai cinta mulia, berbalut cinta palsu,.
Herannya ia membawa nama Tuhannya sendiri, seakan Tuhan tak ada untuknya, seakan dia menguasi diri, atas nama Tuhan. Gila.
Tuhan, tak ada makna itu dalam dirinya, atau dia sebenarnya yakin pada Tuhan, tapi tak yakin pada diri sendiri.
Ah..masa bodo dengan persepsinya akan itu, yang pasti dia berjasa dalam hidupku, jasa cinta murni yang dia palsukan, jasa memberi atas nama ada maunya, jasa kasih yang terkotori nafsu, jasa senyum berbuah seringai, jasa kemunafikan sejati.
Semoga kau di ampuni di sana, dan semoga aku terampuni disini dan disana, karna ku tak mengerti dan tak menahu tentang kemunafikanmu. Allah lindungi hamba dengan cinta-MU, dengan belas kasih_MU, karana-MU hamba terselamatkan dari niatan keji dirinya.
Semoga kelak ia bisa kembali kejalan lurus-MU, dan tuntunkan hamba ini kearah-MU, dengan segala hikmah yang terselip di antara kegagalan dan ketidak tahuan.
Berlalulah masa lalu dengannya, berlalu dan JANGAN pernah kembali pada hal yang menyangkut dirinya, dan semua.
Terlalu sakit….
seseorang berinisial ‘A’
Tertunduk, tak meneteskan air mata yang ada hanya jeritan hati menyumpah-nyumpah dirinya, menyesali akan kebradaannya, tapi itu masa lalu, Masa lalu yang berlalu.
***
“Lis, spanduk di depan sudah di pasang, tapi yang punya sponsor x gak di pasang semua, soalnya tempanya penuh, trus gimana?”
“Hmm ya udah, yang satu di pasang di dalem aja, nanti kalo mereka komplain, aq jelasin keadaannya”
Arif, salah satu coordinator Logistik pun melangkah meninggalkannku dalam kesibukan.
“ Rif, …”
“ Apaa…”
“ Terimakasih…” ucapku tulus,
“ Oh…Ok, semoga acara kita sukses ya.”
Hari ini aku dan anak-anak mading kampus, mengadakan acara bedah buku, sebenarnya acara ini adalah mimpiku dari SMA, makanya aku seneng banget waktu dengan semangatnya ketua mading merespon ideku ini. Aku sendiri bertindak sebagai Koordinator Eksternal dan Acara sekaligus.
“Pyuhh… syukurlah acaranya berjalan lancer, cukup interaktip” ujar Wawan sang ketua pelaksana.
“iya nih, syukur banget, btw konsumsi masih sisa banyak, mau di apain? Apa kita bagi-bagi ke Jalan aja”
Begitulah, banyak lontar kata dari para panitia, cukup bangga juga karna panitianya cukup kompak. Salut buat anak madding.
***
“Lis, pulang bareng siapa? Di jemput Mas ya? Tadi aku liat dia di dalem, hehehe…salute y, jauh jauh dateng dari Jogja Cuma mau liat acaramu doank”
Aku hanya tersenyum,
“Ya udah aku duluan ya, tuh pangeranmu sudah nungguin,..dah…” lagi-lagi Arif terlalu perhatian.
“ Ok, dah… hati-hati ya…”
***
Itu terakhir aku ketemu Hendro, dia akhirnya meninggalkanku setelah beberapa kali kecewa dengan sikapku, memang sangat bodoh jadi diriku, dengan hubungan jarak jauh itu, aku tergoda dengan orang lain, yang sekarang berjalan denganku.
Hari ini aku akan membicarakan tentang pernikahannku dngan keluargaku, Rian, dia calon suamiku, orangnya baik banget dan termasuk loyal menurutku, kemarin dia baru saja membelikannya HP keluaran terbaru merek Nokia, dia lulusan S1 Sosiologi di Malaysia, dan dua bulan lagi tepatnya setelah pernikahan kami, dia akan melnjutkan s2 nya di Mesir, tentu dengan membawa serta aku.
***
Kemarin acara pertemuan keluarganya batal, karena Pamnanya baru saja meninggal dunia, jadi dia harus ke Lampung untuk mengurus semuanya, secara kedua orang tua Rian sudah tidak ada, selama ini aku hany berkomunikasi dengan kaka-kakanya saja,
Dia menginap di sana sampai 7 hari.
Dan sekarang aku sedang Jalan-jalan di Mangga Dua, nyari-nyari kebutuhan persiapan pernikahan kami.
“ Lis, sovenirnya ini aja, bagus kan?”
Aku melihat tas dompet dari keong itu, hmm lucu sih, tapi.
“ hm lucu sih ka, tapi mahal” jawabku jujur
“ hehehe…tapi mau kan? Ya udah nanti kita pake ini aja, kita pesen untuk pernikahan kita, masalah harga, gak pa-pa, biar aku yang urus”
Walaupun aku senang dengan souvenir itu, tapi rasanya ada yang aneh, dia terlalu boros, ya walaupun aku tahu posisi dia di kantornya. Dirut.
“ Hm… Mas, kayaknya itu terlalu mahal, Ade gak enak”
“ Loh, gak enak kenapa, kan buat pernikahan kita”
“ ya udah deh” jawabku singkat, dengan hati yang masih memberontak.
Aku pulang dengan banyak belanjaan, termasuk untuk keluargaku, pokoknya hari ini aku puas, walaupun dalam hatiku merasa tidah puas.
***
Sudah dua hari ini Rian keluar kota, jadi kita hanya komunikasi lewat telpon dan sms aja,. Tapi kita lagi tukeran hape, tentu tidak dengan no-nya.
“ Hm banyak no di hp-nya, hm sekretarisnya juga da, telpon ah, mau nanya-nanya kesehariannya di kantor”
“ Haloo… selmat pagi, mohon maaf mengganggu” sapaku riang
“ I iya.. selamat pagi, dengan siapa ya?”
“ oh.. iya lupa, ini calon istrinya Rian, saya mau naya-nanya sedikit tentang Rian, boleh?”
“ Rian..??!!!… rian siapa ya?, saya tidak kenal Rian”
“ itu Rian Adiwira, mba sekretarisnya kan?”
“ Rian Adiwira??!….Sekretaris apa??!! Saya mahasiswi mba, mungkin salah No kali”
“ engga mba, ini Mba Rini kan?”
“ loh, saya bukan Rini mab, saya Nila, tapi mang saya di panggil Rini sama calon suami saya”
“ Loh, jadi mba bukan sekertarisnya Rian?, ya udah deh mba, maaf mengganggu, mungkin dia salah save no sekretarisnya, terimakasih mba”
“Binging, perasaaan di ini bener no-nya Rini, sekretarisnya, tapi kok slah orang ya”
Akhirnya aku cari-cari no yang bisa ku hubungi, dan aku menemukan no adenya, aku telpon,
“Halo… selamat pagi, ini Ina ya?”
“iya pagi, ini ina, ini siapa ya?”
“o iya, ini mba, calon istrinya Mas Rian, mba mau Tanya no sekretarisnya, punya gak?”
“Rian, calon istrinya? Mba slah sambung, saya gak punya kaka yang namanya Rian, kaka saya namanya Agus dan dia sudah menikah”
“loh, tapi di hp-nya ini no yang bener kok punya Ina”
Tutut tututut… yah mati lagi, batrenya abis…
***
“Halo.. ini dengan mba Lisa? Ini saya yang kemarin mba telpon Rini”
“iya, kenapa ya?”
“ Hm mba, dari kemrin saya mikirin kata-kata mba, saya takut mba, soalnya nama Rini itu Cuma saya dan calon suami saya yang tahu, boleh saya tahu cirri-ciri calon suami mba?” dengan memelas dia meminta,
Akhirnya aku ceritakan juga bagaimana ciri-ciri Rian.
“ mba kalo kita di tipu bagaimana?” tanyanya cemas,
Padahal aku sendiri cemas, dan akhirnya kita punya kesepakatan untuk mencari tahu kebenarannya.
***
Hari ini Rian datang dari lampung, dia nginep di hotel kecil deket rumahku, katanya kangen ma aku dan mau nganter aku kerja. Jadi kesepakatanku dengan Rina kan di jalankan hari ini, pertama aku akan SMS Rina, supaya Rina telpon dia dan aku akan lihat apa dia terimatelpon atau tidak, trus aku akan Tanya Rina dan sebaliknya.
Bissmillah….
Sms ku kirim dan hp Rian bunyi, dia nerima telpon drai seseorang, ngkunya dari clien dia di Jakarta,
Ya ampun astagfirullah rina,…
Aku gak tahu harus berkata apa, ternyata Rina adalah calon istrinya Rian.
Walaupun demikin aku tetap menjalani sekenario itu dengan rina, smapi rina tak tahan dan mengatakan kebenaran itu pada Rian, dan akhirnya Rian meninggalkan Rina dan memilih aku.
Sementara ku tak bisa bohong dengan keadaan ini kepada orang tuaku, karna ini adalah untuk masa depanku dan juga untuk masa depan keliuargaku. Setelah aku ceritakan kepada kedua orang tuaku, betapa murkanya beliau padanya.
Tapi herannya perasaanku baik-baik saja, entah karna aku sudah tahu atau karna saking marahnya aku jadi tidak bisa melakukan apa-apa.
Sampai di situ belum selesai begitu saja, aku dan Rini masih kompak untuk mengerjainya, menayakan semua kebohongannya.
Kedua orang tuanya masih hidup ketika dia bilang kedua orang tuaku sudah tiada, dan kabar yang mengatakan bahwa pamannya meninggal adalah bapaknya sediri yang meninggal. Gila kan, orang macam apa yang melakukan hal seperti itu, mengatakan kebohongan tentang orang tuanya. Bagimana perasaan mereka ketika mengatahui perasaan tersebut. Ibu yang mengandungnya, melahirkannya, membesarkannya, merawatnya hingga dia sebesar dan setua itu.
Dan lama kelamaan setelah aku mengetahu akan kebusukan hatinya, aku dan Rina meninggalkan dirinya, mulai menapaki hidup baru dengan harapan dapat melupakan masa lalu bersamanya, saat itu hatiku beku akan hadirnya laki-laki, memantapkan diri untuk tidak berurusan dengan laki-laki.
Sampai suatu hari dia datang kembali membawa teror yang mendatangkan musibah, dia menghipnotis adik kecilku satu-satunya, membawanya dengan meminta tebusan cukup banyak, yang tidak bisa kami berikan. Meminta aku menikah dengannya.
Usut punya usut dia terlalu mencintaiku dan menginginkan aku menjadi istri keduanya. Gila .. jaman apa sekarang, masih ada hal seperti itu.
Kalang kabut kesana kemari, akhirnya Allah menyelamatkan hidup kami semua, ketika akan membawa adikku ke villa sewaan, mobil yang dia tumpangi di grebek polisi dan dengan sangat sederhana, polisi menangkap dia dengan alasan penipuan di mana tempat dia bekerja, dengan kepintaran di bidang IT dan informasi dia mencairkan chek yang di percayakan kepadanya, jadi wajar saja jika dia terlalu boros untuk segala hal, mobil yang selama ini dia gunakan adalah mobil kakanya, dia pinjam dengan alasan untuk bekerja, dan yang lebih aku kaget lagi adalah kaka yang selama ini berkomunikasi denganku adalah kaka sewaan alias bukan kaka aslinya.
Segala barang yang dia yang berikan untukku, aku serahkan kembali kepadanya, itu juga atas saran kedua orang tuaku.
Gila kan, aku merasa kehilangan seseorang hanya untuk orang seperti itu, dan betapa bodohnya aku karena hal itu. Sekarang dan nanti aku tidak bisa memaafkannya.
Dan tulisan ini adalah salah satu alasanku untuk membuka lembaran baru. Tanpa aku ingat dia pernah ada dalam hidupku.
Posted by: leutick on: 13 Agustus 2009
kutertahan
terdiam karna bicaramu
sesaat aq yakin…
yakin akan sgala omonganmu
tapi
seakan besi terberat yang kutemukan
menghantam diriku
dengan ringan kau berkata
“tapi aq akan memilihmu”
benci…sesal dan sesak menjadi satu
aq tak bisa menangis
aq hanya tertawa
tertawa…
tertawa bodohnya aq percaya padamu
tertawa begitu murkanya aq padamu
seakan tak punya hati
kau katakan orang tuamu tak ada
mereka sehat
ibumu ada,
bapakmu baru 2 hari tiada
tapi kau…